|
AnakNegri.com
|
|
|
InfoTech |
|
Internet
Home
|
|
Pernahkah Anda menjumpai sebuah rumah “pintar”
yang bisa menghidupkan penyejuk udara dan lampu saat Anda masuk, mengunci
rumah secara otomatis begitu Anda keluar, dan mengirimkan berita via SMS
saat mendeteksi kehadiran orang asing dalam rumah Anda? Mungkin Anda akan menjawab “pernah”, berdasarkan film-film fiksi ilmiah yang pernah dilihat, atau berdasarkan berita-berita teknologi yang pernah ditayangkan di media elektronik. Namun jika ditanya “Apakah Anda percaya bahwa dalam beberapa tahun mendatang, rumah semacam itu sudah bisa Anda jumpai di salah satu negara ASEAN?” Anda mungkin akan terperangah dan menganggap hal ini olok-olok belaka. Pesimisme Anda pasti akan berubah setelah Anda tahu bahwa rumah semacam ini mulai diterapkan di salah satu negara tetangga kita, Singapura. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Proyek Perintis Rumah pintar yang mulai dirintis di Singapura ini berbeda dengan rumah pintar yang telah ada sebelumnya. Perbedaan utama terletak pada jaringan LAN dan koneksi Internet yang dimiliki rumah tersebut. Jaringan dan koneksi Internet tersebut bukan merupakan sebuah pelengkap yang sifatnya opsional, tetapi bagian integral dari rumah tersebut. Jaringan bukan saja menghubungkan berbagai peralatan rumah tangga, melainkan juga berfungsi sebagai penghubung antara rumah dengan dunia luar via Internet. Dengan demikian, semua perangkat elektronik dan kelistrikan memiliki hubungan ke Internet, dan dapat dioperasikan dari kejauhan melalui Internet. Proyek Internet Home ini dirintis pemerintah Singapura di sebuah kompleks rumah susun elit di kawasan Bishan. Rumah yang terdiri dari tujuh ruang ini mirip rumah-rumah susun seperti di kawasan Kebon Nanas atau Kebon Kacang di Jakarta. Bedanya, rumah di kawasan Bishan ini terawat dengan baik dan sangat bersih, serta berharga mahal. Rumah ini bukan sekedar sebuah prototype, tetapi merupakan rumah tinggal yang ditempati oleh pasangan muda Singapura, Raymond dan Ashley Tang. Untuk mewujudkannya, pemerintah Singapura bekerjasama dengan berbagai vendor komputer yang menyediakan berbagai peralatan jaringan beserta infrastruktur pendukungnya. Perangkat yang disediakan antara lain firewall/router jaringan, server Web, perangkat nirkabel, webpanel (layar peraga tipis yang bisa menampilkan siaran TV dan Internet), dan notebook. Sementara raksasa komunikasi Singapura, SingTel, menyediakan koneksi broadband sebesar 2MB langsung ke Internet beserta alamat IP-nya. Semua fasilitas ini diberikan cuma-cuma kepada pasangan diatas untuk mendukung proyek tersebut. Serba Otomatis Begitu masuk ke rumah ini, sang penghuni rumah bisa mengaktifkan semua perangkat keras yang ada setelah sebelumnya melakukan identifikasi diri. Setelah sistem rumah mengenali penghuni, lampu-lampu, penyejuk udara, dan alunan musik atau siaran TV akan langsung dihidupkan seketika. Ciri Web akan terasa manakala penghuni rumah sedang tidak berada dirumah. Melalui Webcam yang ada, penghuni rumah bisa memantau semua bagian rumahnya secara remote lewat Internet. Ia bisa melakukannya hanya dengan bermodalkan sebuah browser Web. Tidak diperlukan sebuah aplikasi atau peralatan khusus. Ia juga bisa memantau rumahnya melalui warung Internet dimana pun di muka bumi. Apabila seseorang memasuki rumahnya sementara ia sedang berada ditempat yang jauh serta tidak mungkin mengakses internet, sebuah pesan SMS akan dikirim ke ponsel-nya. Sang penghuni rumah lalu bisa pergi ke warnet terdekat, login ke jaringan LAN rumahnya, lalu melihat siapakah orang yang telah memasuki rumahnya. Jika orang tersebut tidak dikenalnya, si pemilik rumah tinggal menghubungi polisi untuk menanganinya. Ini dimungkinkan oleh adanya feature e View, yakni sebuah fasilitas pemantauan jarak jauh melalui Internet yang mengandalkan Webcam. Manfaat lainnya, adalah terpadunya proses pengadaan pasokan bahan pangan dirumahnya, melalui fasilitas eShopping System. Misalnya saja, saat haus dan ingin menikmati minuman ringan atau sebotol air mineral, ia bisa mengambil minuman-minuman itu setelah sebelumnya mendaftarkannya pada bar code scanner yang tersedia. Hasil pembacaan bar code akan dikirim ke supermarket terdekat. Dengan demikian pihak supermarket bisa segera mengirimkan minuman-minuman itu bila persediaan sang penghuni rumah sudah habis. Hal ini juga berlaku untuk pemesanan bahan-bahan pokok lainnya. Jika ingin memesan barang-barang, penghuni rumah tinggal mengakses pusat layanan belanja online yang telah disediakan, lalu memilih barang keperluannya, dengan menggunakan perangkat nirkabel kecil yang berada didapur serta diruang tamu. Perangkat tersebut memiliki layar peka sentuh sehingga dapat dioperasikan tanpa menggunakan keyboard. Tidak Melupakan Hiburan dan Kesehatan Yang menarik, si pemilik rumah bisa menikmati tayangan film kesukaannya secara real time. Melalui bandwidth sebesar 2MB, ditambah system switching dan kompresi tinggi, gambar film yang disiarkan secara streaming ini bisa tampak seperti jika diputar dari DVD atau VCD. Semuanya mengalir lancar tanpa delay. Layar plasma berukuran 42 inci akan meningkatkan kualitas film yang ditayangkan sehingga menandingi kejernihan film bioskop. Semuanya itu diatur menggunakan perangkat nirkabel kecil yang juga mereka pakai untuk memesan barang. Saat dipakai untuk menonton film, perangkat ini akan berfungsi layaknya sebuah remote kontrol TV yang mengatur besar kecilnya volume suara, mengatur terang gelap gambar, mengatur efek suara, serta memilih judul-judul film yang diinginkan. Penghuni rumah juga bisa menikmati manfaat lainnya saat sedang ingin memeriksakan diri ke klinik atau rumah sakit terdekat. Karena klinik atau rumah sakit tersebut juga terhubung ke internet, penghuni rumah bisa melihat secara online daftar antrian yang sedang berlangsung, dan tinggal menunggu di rumah. Jika nomor gilirannya hampir dipanggil, ia bisa ke klinik tanpa menunggu lebih lama lagi. Inilah yang sebenarnya menjadi tujuan penerapan Internet Home. Penghuni rumah akan dimanjakan dengan berbagai kelengkapan, fasilitas, dan kemudahan dari perangkat-perangkat yang terpasang di rumahnya. Semua hal akan bisa dilakukan semudah menekan pilihan-pilihan yang tersedia di layar komputer. Persoalannya sekarang, apakah bangsa kita juga bisa turut merayakan kenyamanan semacam ini di masa-masa mendatang?
|
| |
Copyright
© 2000 AnakNegri.com.
All Right Reserved.
|